Minggu, 19 Juni 2016

CONTOH PTK SENI RUPA SENI BUDAYA SMP KELAS 8

CONTOH PTK SENI RUPA SENI BUDAYA SMP KELAS 8-Halo pembaca semua yang setia dengan blog Asri Yulian mari kita bahas permasalahan yang sering timbul dalam pembelajaran seni rupa dan seni budaya di SMP  adalah keluhan anak karena rumitnya garis yang membalut bentuk benda. Guru terkesan tidak mengindahkan kemampuan siswa maka dibutuhkan  model penelitian tindakan kelas seni rupa dan seni budaya smp dalam hal pengamatan gambar perspektif. PTK SMP  Kelas 8 seni rupa tidak jarang, pembelajaran ini sering ditinggalkan begitu saja oleh guru yang bersangkutan dengan alasan demi terkondisinya pelajaran seni budaya dan seni rupa untuk itu CONTOH PTK SENI RUPA SENI BUDAYA SMP KELAS 8  dijadikan cara untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman peserta didik dalam memahami seni rupa dan  seni budaya. 


Penelitian tindakan kelas (PTK) SMP untuk mengkaji dan merefleksikan secara mendalam yang terjadi pada proses pembelajaran Seni rupa dan seni budaya SMP kelas 7, 8, dan 9. Semua itu untuk menjawab permasalahan penelitian tindakan kelas Seni rupa dan PTK seni budaya.


Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas Mapel Seni Rupa SMP yang diberi judul “Laporan Penelitian Tindakan Kelas Peningkatan Kreatifitas Belajar Seni Rupa Kelas Viii/B Smpn......... Melalui Praktek Berkarya Seni Patung Dengan Teknik Carving, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK Seni Rupa Kelas 8 SMP lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK 63 SMP).


PTK Seni Rupa Kelas 8 SMP

A. Latar Belakang Masalah


Seni patung adalah karya seni rupa tiga dimensi yang berfungsi sebagai sarana hiasan. Karya seni tersebut berkembang sejak mulai jaman purba, primitif, klasik, kontemporer. Karya seni patung modern saat ini mulai berkembang pesat seiring dengan kebutuhan dalam mengarungi perubahan gaya hidup di lingkungan kita contoh ptk seni budaya.

Dalam memahami teknik pembuatan, fungsi dan tujuan pembuatan seni patung ini perlu diketahui oleh masyarakat atau siswa. Karya seni tiga dimensi yang bentuknya menyerupai patung juga berkembang pesat di zaman modern. Karya seni rupa 3 dimensi patung khususnya memiliki teknik pembuatan yang berbeda-beda contoh ptk seni rupa.

Untuk itu peneliti akan membahas pembuatan patung dengan teknik carving dalam kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi siswa SMP kelas VIII/B dalam upaya meningkatkan kreatifitas bagi siswa ptk seni rupa smp. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi saat ini maju pesat. Proses pembuatan dan proses informasi berkembang pesat seiring dengan perkembangan zaman mobil, sepeda motor, robot, alat-alat berat dan ringan adalah buah dari perkembangan seni patung di zaman modern.

Situasi tersebut di atas menuntut pada guru seni rupa SMPN melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berkualitas.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka identifikasi masalah dalam penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut :
1. Seni patung adalah karya seni rupa tiga dimensi yang teknik pembuatannya beraneka ragam.
2. Dalam perwujudannya seni patung dengan teknik carving adalah yang paling disukai sebab mudah didapat alat dan bahannya dalam mewujudkan kreatifitas contoh penelitian tindakan kelas bagi siswa.

C. Pembatasan Masalah

1. Dalam upaya meningkatkan kreatifitas dan prestasi siswa pembuatan karya seni rupa tiga dimensi perlu dilakukan.
2. Jenis karya seni rupa tiga dimensi yang dibuat siswa ada seni patung
3. Seni patung yang dibuat siswa adalah menggunakan teknik carving
4. Hasil penelitian PTK ini diambil dari tes tertulis dalam bentuk angket dan hasil kegiatan praktek berkarya.

D. Perumusan Masalah

Rumusan masalah menurut Suharsini Arikunto (2006 : 143) adalah problem statement (formulation) yaitu rumusan masalah dalam kalimat pertanyaan sedemikian sehingga terlihat unsur-unsur (who, what, where, when, how much/many).
Dari batasan masalah diatas peneliti memberikan rumusan masalah sebagai berikut :
1. Kreatifitas jenis karya tiga dimensi apakah yang dilakukan siswa kelas VIII/B SMPN.
2. Dengan menggunakan teknik apakah siswa mewujudkan kualifitasnya.

E. Tujuan Penelitian

Menurut pendapat Suharsini Arikunto (2006 : 143) : “Tujuan penelitian tindakan kelas (PTK) agar diuraikan tujuan penelitian yang ingin dicapai (umum dan khusus) sehingga tampak jelas indikator keberhasilannya. Indikator keberhasilan itu perlu ditulis karena akan menjadi target tindakan yang akan dilakukan”. Tujuan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk meningkatkan kreatifitas bagi siswa.
2. Untuk meningkatkan prestasi pendidikan seni rupa patung menggunakan teknik carving.

F. Manfaat Penelitian

1. Manfaat penelitian bagi siswa adalah untuk meningkatkan kreatifitas dalam penciptaan karya yang inovatif.
2. Manfaat penelitian tindakan kelas bagi guru adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan serta dalam upaya pengembangan pengajaran selanjutnya.
3. Sebagai wacana para pembaca dalam memahami seni rupa patung beserta teknik proses pembuatannya.

Contoh PTK Seni Rupa SMP

A.Pengertian Seni Patung

Menurut Soenarso dan Soeroto dalam bukunya kerajinan tangan dan seni rupa (1992 : 6) : “Patung adalah semua karya dalam bentung dan ruang”. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia : patung adalah benda tiruan, bentuk manusia dan hewan yang cara pembuatannya dipahat. Contoh PTK (penelitian tindakan kelas) Seni Rupa SMP.

Menurut pendapat Sulehan Yann dalam kamus lengkap Bahasa Indonesia hal 275 : “Patung adalah tiruan atas benda sesungguhnya dengan menggunakan kayu, batu atau sejenisnya”.
Menurut FX Sutomo, Sutadi dan Sutejo Budi dalam bukunya kerajinan tangan dan kesenian SLTP 2 : 105 : “Karya seni rupa tiga dimensi yang punya ukuran panjang lebar dan tebal memiliki volume d
apat dilihat, diraba dan dinikmati dari berbagai arah”.

Menurut pendapat Sugiyanto (2006 : 57) “Patung adalah karya seni rupa tiga dimensi yang memiliki volume dan isi”. Contoh PTK Seni Budaya Kelas 9

B. Fungsi Patung

Pada zaman dahulu dibuat untuk kepentingan keagamaan. Pada zaman Mesir kuno orang membuat patung untuk disembah. Pada perkembangan selanjutnya patung banyak dibuat untuk kepentingan monumen yaitu untuk memperingati peristiwa atau kebesaran suatu bangsa. Apabila kita ingat patung yang ada di lubang buaya 7 jenderal, patung Sukarno Hatta dan patung pembebasan Irian Barat. Patung juga difungsikan untuk menghias taman. Secara umum fungsi seni patung tidak terlepas dari tujuan diciptakannya patung. Laporan PTK SMP.


C. Tujuan Pembuatan Patung

Menurut pendapat Sugiyanto (2004 : 58) :
Tujuan pembuatan patung adalah :
1. Patung religi : sebagai sarana untuk ibadah religi.
2. Patung monumen : untuk memperingati jasa seseorang, peristiwa yang terjadi.
3. Patung arsitektur yaitu patung yang ikut aktif berfungsi dalam konstruksi bangunan.
4. Patung dekorasi : untuk menghias bangunan.
5. Patung seni : patung yang diciptakan untuk mengamati keindahan bentuknya.
6. Patung kerajinan : patung hasil karya kerajinan.

D. Corak Patung

Di Indonesia pada masa lampau sudah dikenal patung primitif seperti yang terdapat di Irian Jaya (Asmad) dan Sulawesi Selatan (Toraja). Menurut pendapat Musoiful Faqih M (2004 : 59) : “Pada masa Hindu-Budha patung klasik terutama berkembang di Jawa dan Bali. Karya patung primitif dan klasik secara tradisional berlangsung turun temurun hingga sekarang. Selanjutnya primitif dan klasik disebut corak tradisional sedangkan patung di luar primitif dan klasik disebut patung yang bercorak modern”. PTK SMP Lengkap.
Dilihat Dari perwujudannya, ragam seni patung modern dapat dibedakan menjadi tiga :
1. Corak Imitatif
2. Corak Deformatif
3. Corak Non Viguratif
1. Corak Imitatif (Realis / Representatif)
Corak ini merupakan tiruan dari bentuk alam (manusia, binatang dan tumbuhan). Perwujudannya berdasarkan fisio plastis atau bentuk fisik baik anatomi proporsi, maupun gerak. Patung corak realis tampak pada karya Hendro, Trubus, saptoto dan Edy Sunarso.
2. Corak Deformatif
Patung corak ini bentuknya telah banyak berubah dari tiruan alam. Bentukbentuk alam digubah menurut gagasan imajinasi pematung. Pengubahan dan bentuk alam digubah menjadi bentuk baru yang keluar dari bentuk aslinya. Karya ini tampak pada karya But Mochtar G Sidarta.
3. Corak Nonfiguratif (Abstrak)
Patung ini secara umum sudah meninggalkan bentuk-bentuk alam untuk perwujudannya bersifat abstrak PTK Seni Rupa.

E. Ragam Patung

Penampilan patung bermacam-macam jenisnya. Hal ini dapat kita saksikan di rumah, di taman atau di museum. Jenis karya patung dapat dibedakan menjadi tiga yaitu patung dada, patung torso, patung lengkap. Menurut Dyah Purwani Seytaningsih (2004 : 60;61) ragam patung adalah :
1. Patung Dada
Yang dimaksud dengan patung dada adalah penampilan karya patung sebatas dada hingga ke atas atau bagian kepala.
2. Patung Torso
Torso disebut juga badan. Patung torso adalah penampilan karya patung yang hanya menampilkan bagian badan, dari dada, pinggang dan panggul.
3. Patung Lengkap
Penampilan karya patung lengkap maksudnya terdiri dari badan, anggota badan bagian atas dan bagian bawah, serta kepala.

F. Media Karya Patung

Menurut Sugianto (2004 : 61) media karya patung adalah : “Kalau kita akan membuat patung kita harus mempelajari dahulu tentang media berkarya patung. Yang dimaksud dengan media adalah bahan, alat dan teknik. Media berkarya patung adalah bahan, alat dan teknik yang digunakan dalam berkarya patung”.
1. Bahan
Pengetahuan akan bahan dalam berkarya patung amat penting karena setiap bahan memiliki sifat tertentu yang mempengaruhi hasil akhir karya yang dibuat. Pengetahuan itu meliputi apa dan bagaimana bahan tersebut.
Oleh karena itu, mari kita bahas tentang bahan-bahan dalam berkarya patung. Bahan patung dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu lunak, sedang dan keras.
a. Bahan Lunak
Yang dimaksud bahan lunak adalah material yang empuk dan mudah dibentuk. Misalnya tanah liat, plastisin dan sabun. Bahan tanah liat untuk patung memang mudah didapat, namun tidak sembarang tanah liat baik untuk dibuat patung. Tanah liat yang baik untuk membuat patung harus memenuhi persyaratan, antara lain bersih dari kerikil, rumput, akar dan sebagainya. Selain itu daya susut tanah tidak lebih dari 10%, sehingga kalau kering nantinya tidak pecah atau hancur. Keadaan tanah liat juga harus cukup plastis, artinya mudah dibentuk, tidak terlalu lembek atau terlalu keras.
Untuk bahan plastisin (lilin) dapat diperoleh di toko. Tingkat plastisitas lilin bermacam-macam, ada yang sangat lembek, cukup lembek dan agak lembek. Lilin yan sangat lembek sulit untuk dibentuk. Bahan sabun mudah dibentuk, akan tetapi ukuran sabun yang ada dipasaran sangat kecil, baik itu sabun mandi atau sabun cuci batangan sehingga sulit bila kita hendak membuat karya yang berukuran besar.

Baca Juga

PTK SENI RUPA SMP KELAS 7 SMP


b. Bahan Sedang
Bahan sedang artinya tidak lunak dan tidak keras. Yang termasuk bahan sedang antara lain kayu waru, kayu sengon, kayu randu dan kayu mahoni. Pembuatan patung dengan kayu biasanya dari bentuk gelondongan (batangan) bukan dari bentuk papan. Oleh karena itu, sebelum membuat patung hendaknya mempersiapkan bahan sesuai kebutuhan.
c. Bahan Keras
Bahan keras dapat berupa kayu atau batu-batuan. Bahan keras kayu contohnya kayu jati, kayu sonokeling dan kayu ulin. Bahan batu-batuan antara lain batu padas, batu kranit, batu andesit dan batu pualam (marmer).
Selain bahan-bahan tersebut di atas masih ada bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat patung, yaitu semen, pasir, gips, kuningan, perunggu, emas dan sebagainya.
2. Alat
Peralatan yang dipergunakan untuk membuat patung tergantung kepada bahan dan tekniknya. Adapun alat yang dipergunakan untuk membuat patung adalah sebagai berikut :
a. Butsir
Butsir adalah alat bantu untuk membuat patung yang terbuat dari bahan kayu dan kawat. Bentuknya sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sesuai dengan bentuknya masing-masing. Panjangnya antara 10 cm hingga 15 cm. Butsir digunakan untuk membuat bentuk dari tanah liat.
b. Meja Putar
Yang dimaksud dengan meja putar adalah meja untuk berkarya patung dan dapat digerak-gerakkan dengan cara memutar. Fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah.
c. Pahat
Pahat jenisnya ada dua, yaitu pahat ukir untuk kayu dan pahat untuk batu. Pahat ukir bentuknya bervariasi, terdiri dari pahat kuku (lengkung), pahat pengikat (lurus), pahat pengot dan pahat kol. Satu set pahat ukir jumlahnya ± 32 buah.
Pahat untuk batu disebut betel. Bentuknya lurus tebal, jumlahnya lebih sedikit.
d. Palu
Palu merupakan alat pelengkap pahat. Pahat tanpa palu tidak dapat berfungsi dengan baik. Palu untuk pahat ukir terbuat bahan kayu sawo atau kayu jambu biji. Palu dari bahan kayu disebut gandhen. Gandhen dibuat dari kayu agar tidak merusak pahat. Palu untuk pahat betel terbuat dari besi atau disebut martil. Palu martil lebih kiat tekanannya, sehingga seringkali merusak bagian pangkal pahat betel.
e. Cetakan
Cetakan terbuat dari bahan gips. Kegunaannya untuk mencetak karya patung dari bahan cair. Bentuk cetakan tergantung kepada model cetakan. Alat cetakan sedikitnya terdiri dari dua bagian dan diberi pengunci.
f. Kakatua
Alat ini terbuat dari besi dan terbentuk seperti paruh burung kakatua. Kegunaannya untuk mengencangkan ikatan kawat dan memotong kawat.
g. Senduk Adonan
Senduk ini terbuat dari besi dan kayu. Bentuk senduk cukup lebar dengan tangkai dari kayu. Kegunaan alat ini untuk mengambil adonan dan menempelkannya pada kerangka patung.
G. Teknik Pembuatan Patung
Yang dimaksud teknik adalah cara-cara melakukan sesuatu. Teknik pembuatan patung dibedakan menjadi empat yaitu : teknik membutsir, teknik memahat, teknik mencetak dan teknik konstruksi.
a. Teknik Membutsir
Membutsir yaitu membuat patung dengan cara memijit, menambah dan mengurangi bahan yang dibentuk, dengan dibantu alat butsir. Membuat patung dengan cara membutsir biasanya mempergunakan bahan tanah liat atau plastisin. Teknik membutsir lebih didominasi dengan kegiatan memijitmijit, menambah atau mengurangi bahan. Sedangkan butsir berfungsi sebagai alat bantu untuk mencapai bentuk yang diinginkan.
b. Teknik Memahat / Carving
Berbeda dengan teknik membutsir yang dapat dilakukan dengan memijit, menambah dan mengurangi, dalam teknik memahat hanya dapat dilakukan pengurangan. Biasanya yang dipahat bahan yang cukup padat seperti kayu atau batu. Dalam teknik memahat tidak bisa dilakukan penambahan atau penambalan. Oleh karena itu, dalam memakai teknik ini hendaknya lebih cermat dan tepat. Untuk menghasilkan pahatan yang bagus, ketajaman mata pahat perlu diperhatikan.
c. Teknik Mencetak
Teknik mencetak ada dua macam yaitu cetak tekan dan cetak tuang (cor). Dalam membuat patung dengan teknik mencetak biasanya digunakan teknik cetak tuang atau cor. Bahan yang dipergunakan untuk teknik ini umumnya cair atau bahan yang dapat dicairkan. Misalnya semen, gips, fiberglass, perunggu atau emas. 
Proses mencetak meliputi beberapa tahapan, seperti : menyiapkan alat cetak (cetakan), menyiapkan bahan yang sudah dicairkan, menuangkan bahan pada cetakan hingga penuh, menunggu bahan sampai padat (mengkristal), kemudian membuka cetakan yang dilanjutkan dengan menghaluskan hasil cetakan.
d. Teknik Konstruksi
Konstruksi artinya bangunan atau susunan. Teknik konstruksi adalah membuat patung dengan cara menyusun bahan, baik dengan kerangka ataupun tanpa kerangka. Cara menyusunnya dapat direkatkan dengan lem, dilepa, atau dilas/dipatri.
Bahan yang dipergunakan dapat berupa semen, pasir, kawat, besi, plastisin, bubur kertas, atau bahan bekas.
Teknik Pembuatan Patung
Menurut Suparjo (LKS Seni Rupa (2006 : 14)) berpendapat bahwa teknik pembuatan patung adalah :
1. Teknik Butsir (modeling)
Membentuk patung dengan cara menambah dan mengurangi dengan menggunakan bahan lunak seperti tanah liat, malam (lilin), dll.
2. Teknik Pahat (carving)
Pembuatan patung dengan cara mengurangi bahan dengan cara mencukil, memotong, menoreh, memahat dan melubangi bahan keras dengan alat utama pahat. Misalnya : kayu, batu, dll.
3. Teknik Cetak (casting)
Pembuatan patung dengan bahan dasar yang dicairkan lebih dulu kemudian dituang dalam cetakan berongga. Misalnya : emas, kuningan, perunggu, fiberglass, dll.
4. Teknik Sambung (constructing)
Pembuatan patung dengan cara menyambung benda-benda keras baik dengan cara diikat, dipaku ataupun dilas. Misal dari logam, potongan kayu, benda-benda bekas, dll.
5. Teknik Plester
Pembuatan patung dengan cara menempel/ mengoleskan bahan menggunakan bahan campuran semen dan pasir. Pembuatannya terlebih dahulu harus membuat kerangka dari kawat/ besi beton.

H. Gaya Patung Diantaranya Adalah :

Menurut buku Yudistira untuk SLTP kelas 2 gaya patung diantaranya adalah :
1. Gaya klasik
2. Gaya magis monumental
3. Gaya simbolis

I. Nilai Pada Seni Patung

Menurut FX. Sutomo, S.Pd. Sutadi, BA, Setyo Budi, S.Pd., dalam buku kerajinan tangan dan kesenian SLTP 2 penerbit Bina Pustaka Tama Surabaya halaman 108 patung juga mempunyai nilai, nilai yang terdapat pada patung antara lain :
1. Nilai estetis
2. Nilai ekonomi
3. Nilai kebangsaan
Nilai estetis patung timbul karena dibuat dengan ungkapan jiwa yang halus, bahan dan teknik yang baik, sehingga menjadikan karya patung menarik dan indah. Karya patung indah bentuknya dikatakan memiliki nilai estetis.
Nilai ekonomi patung timbul jika patung yang dibuat oleh seniman diminati orang dan mendatangkan uang. Semakin baik dan semakin tinggi kualitas karya yang dibuat semakin banyak nilai uangnya sehingga mendatangkan keuntungan dan dapat meningkatkan kesejahteraan. Nilai kebangsaan timbul karena patung yang dibuat oleh seniman asal pulau Bali/ Suku Asmat Irian Jaya, tentu mempunyai corak dan ciri khas budaya lingkungannya. Bila patung dari daerah tersebut berada di mancanegara, maka patung tersebut akan mempunyai nilai kebangsaan. 
Maksudnya ciri seni budaya yang terdapat pada patung tersebut akan menunjukkan citra bangsa.

J. Model Patung

Menurut LKS Wajar Kertangkes untuk kelas 2 semester genap, patung dibedakan atas :
a. Free standing
Yaitu patung yang dibuat utuh dari kaki hingga kepala dalam posisi berdiri tegak.
b. Zonde
Patung dibuat secara utuh dan lengkap dengan posisi tidak berdiri, melainkan duduk bersila, jongkok, menunduk, tiarap dan lain-lain.
c. Boos atau dada
Pada umumnya patung dibuat setengah badan saja.
d. Torso
Patung yang dibuat hanya bagian-bagian badan. Misalnya : badan, kaki, kepala dan lain-lain.

K. Ukuran Patung

Berdasarkan ukurannya, patung diklasifikasikan atas :
a. Heroik atau kepahlawanan
Patung jenis ini biasanya dibuat setengah ukuran dari ukuran sebenarnya.
b. Colosal (kolosal)
Ukuran patung sangat besar. Misalnya : patung Budha di Jepang, patung Liberty di New York, patung-patung presiden Amerika Serikat yang dipahat di suatu pegunungan.
c. Patung Xiulet (miniature) Amulet :
Patung ini berukuran 2 cm ½ meter (50 cm). Patung yang dibuat dengan ukuran kecil.
Menurut LKS Kertakes Wajar kelas 2 Penerbit Graha Pustaka. Menurut jenisnya patung dibedakan menjadi :
1. Patung Jenis Imajinatif
Jenis patung yang sengaja dibuat secara imajinatif (khayalan) abstrak/ tidak nyata.
2. Patung Jenis Figuratif
Patung yang sengaja dibuat dan disesuaikan dengan benda yang ada, atau yang dilihatnya.

L. Membuat Patung

Membuat Seni Patung Siklus I
1. Patung Bahan Lunak
Patung dari bahan lunak biasanya mempergunakan bahan tanah liat dan lilin. Teknik membuatnya dengan cara membutsir. Adapun langkah-langkah pengerjaannya sebagai berikut :
a. Siapkan tanah liat atau plastisin
b. Siapkan alat Bantu butsir dan air
c. Siapkan meja putar (kalau ada)
d. Siapkan gambar rancangan patung
e. Tempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja putar sedikit demi sedikit.
f. Pijat-pijat bahan hingga mendekati bentuk yang diinginkan bisa global.
g. Jika bahan kurang bisa ditambah, sebaliknya bila berlebih bisa dikurangi
h. Sempurnakan bentuk dengan alat bantu butsir
i. Berikan sentuhan akhir dengan pembentukan detail patung dan dihaluskan
2. Patung Sabun
Patung dari bahan sabun dikerjakan dengan teknik memahat. Alat yang diperlukan adalah pahat ukir dan palu kayu (gandhen). Cobalah membuatnya dengan langkah-langkah berikut ini :
a. Langkah 1
Siapkan sabun sesuai dengan ukuran pola yang kita gambar.
Pindahkan gambar/pola di atas permukaan kayu. Gambar pola pada kayu kelihatan dari semua sisi (atas, bawah, samping kiri, kanan, depan, belakang).
b. Langkah 2
Berilah solatip melingkar pada balok. Selotip ini berfungsi sebagai pengikat jika dilakukan pemotongan/ sambungan. Tetapi, jika dipahat langsung tidak perlu menggunakan solatip.
c. Langkah 3
Lakukan pemotongan dengan menggunakan gergaji dari empat sisi/pisau.
Pembentukan sedikit demi sedikit hingga mendekati bentuk global.
d. Langkah 4
Buatlah bentuk global
Bandingkan dengan gambar/pola. Usahakan mendekati bentuknya
Gosoklah dengan menggunakan kertas gosok atau amplas
Penggosokan dilakukan dengan dua tahap :
Menggunakan amplas no. 150
Menggunakan amplas no. 250 atau 400
e. Langkah 5
Lanjutkan dengan membuat detail bentuk paruh, kepala, sayap dan ekor.
Haluskan dengan amplas lagi.
f. Langkah 6
Difinishing dengan menggunakan cat akrilik atau melamin.
Catatan :
Pada proses membentuk dengan teknik memahat, urutan atau langkahlangkah terinci antara jenis benda/patung yang satu dengan yang lain berbeda, tergantung tingkat kesulitasn dari jenis petung yang dibuat.

PTK Seni Rupa dan Seni Budaya Kelas 7

Pada bagian ini secara berturut-turut yang didasarkan dari penelitian tindakan kelas, dari kajian teoritik, praktek pengolahan data serta saran-saran yang didasarkan pada kesimpulan.

A. Kesimpulan

Sehubungan dengan masalah penelitian yang diajukan maka dapat diambil kesimpulan dalam penelitian ini adalah :
1. Ada peningkatan prestasi dalam pembuat patung teknik carving
2. Ada motivasi dalam mewujudkan karya.
3. Ada peningkatan kreatifitas bagi siswa.

B. Implikasi

Dengan penelitian ini, para pendidik baik itu guru ataupun calon guru dalam upaya meningkatkan prestasi dan selanjutnya dapat digunakan sebagai gambaran akan pentingnya penelitian tindakan kelas sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi kreasi dan penciptaan karya yang inovatif dalam pembuatan karya seni patung teknik carving.

C. Saran-Saran

Berdasarkan implikasi di atas ada beberapa hal yang perlu peneliti sarankan demi peningkatan kualitas pembelajaran (seni rupa) seni patung khususnya sebagai berikut :
1. Perlunya diadakan pameran seni patung di sekolah untuk meningkatkan prestasi dan kreatifitas bagi siswa.
2. Perlunya ada perhatian dan dukungan yang maksimal bagi guru seni rupa dalam hal pengadaan alat dan bahan atau pembiayan.
3. Orang tua hendaknya mendukung kegiatan sekolah demi peningkatan keberhasilan putra-putrinya disekolah.

DAFTAR PUSTAKA


Sugianto, 2004. Kesenian SMP. Jakarta. Erlangga
Suharsini Arikunto, 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. PT. Bumi Aksara
Suparjo, 2006. Aku Siap Hadapi EBTA Tulis Seni Rupa. SMPN 2 Ngawi
Soedomo Notoadiwidjojo, 1975. Seni Rupa SMP. Surabaya
Eddi Sukaryono, 1975. Pendidikan Seni Rupa. Surakarta, Widya Duta
Sunarso, Suroto, 1992. Pendidikan Seni Rupa. Surakarta. Widya Duta
Sugiyanto, 2004. Kesenian SMP. Jakarta. Erlangga
Dyah Purwani Setyaningsi, 2004, Kesenian. Jakarta. Erlangga
Suparjo. 2004. LKS Seni Rupa. SMPN 2 Ngawi
Fx Sutomo, 1980. Kesenian SLTP. Surabaya. Bina Pustaka Tama



Terima kasih telah berkunjung di Asri Yulian Blog yang membahas Contoh PTK Seni Rupa Seni Budaya SMP Kelas 8. Semoga PTK Seni Rupa ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.