Jumat, 10 Juni 2016

PTK BAHASA INDONESIA KELAS 7 SMP LENGKAP

PTK BAHASA INDONESIA KELAS 7 SMP LENGKAP-Halo Pembaca! Pada kesempatan kali ini Asri Yulian Blog akan membahas ptk bahasa indonesia kelas VII SMP. Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas mapel bahasa indonesia yang diberi judul  “Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Berbicara Bahasa Indonesia selama Kegiatan Belajar Mengajar melalui Pendekatan Kontekstual Menggunakan Media Gambar pada Siswa Kelas VII A SMP XXX”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PTK bahasa indonesia kelas 7 SMP lengkap dalam bentuk word dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK 102 SMP).

PTK BAHASA INDONESIA KELAS 7 SMP ABSTRAK

Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang wajib diikuti oleh peserta didik mulai dari Sekolah Dasar sampai ke Perguruan Tinggi, meliputi penguasaan keterampilan berbahasa yaitu membaca, berbicara, mendengarkan dan menulis yang dikembangkan secara terpadu dalam laporan ptk smp.

Dalam pengembangan keterampilan berbicara di tingkat sekolah menengah pertama, diharapkan siswa mampu memahami dan dapat mengungkapkan informasi, pikiran dan perasaannya, sehingga terjadi interaksi yang aktif yang dinamis antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru. Hal ini ternyata sulit sekali karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu minimnya penguasaan kosakata, malu untuk mengemukakan pendapat, perasaan taku salah dan pengaruh bahsa ibu yang dominan dalam sehari-hari. Ptk bahasa indonesia smp Selain itu, faktor yang tidak kurang pentingnya dalam mempengaruhi keterampilan berbicara tersebut adalah kurang tepatnya guru dalam menentukan/memilih metode/pendekatan yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

Pendekatan kontekstual dengan media gambar, diharapkan mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).
Pelaksanaan KBM dengan pendekatan kontekstual melalui media gambar, sesuai dengan hasil penelitian kelas ini menghasilkan data antara lain keaktifan siswa dalam bercerita 61,80% (Baik), keberhasilan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran 62,50% (Tinggi), keberhasilan guru dalam KBM mencapai 78,11% (Baik) dan ketuntasan belajar siswa melalui evaluasi mencapai 64,38% (Tinggi).

Berdasarkan data tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual ternyata mampu meningkatkan keaktifan siswa berbicara selama KBM berlangsung melalui penelelitian tindakan kelas.

PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAHASA INDONESIA BAB 1

A. Latar Belakang Masalah

Sejak Sumpah Pemuda dikumandangkan tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia telah diikrarkan menjadi bahasa kesatuan dan bahasa Nasional, bahkan kedudukan bahasa Indonesia tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945, Bab XV pasal 36, sebagai bahasa Negara, bahasa resmi kenegaraan, sebagai alat pemersatu bangsa, sebagai bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pemerintahan, bahasa pengembang ilmu pengetahuan serta teknologi modern PTK SMP kelas 7 bahasa indonesia.

Di sekolah, bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran yang wajib di ikuti para siswa, dengan materi pokok meliputi empat keterampilan berbahasa yaitu membaca, berbicara, mendengarkan dan menulis, yang dikembangkan secara terpadu.

Setiap pembelajaran, siswa diperlukan sebagai subyek utama dan guru berperan sebagai fasilitator. Dalam mengembangkan keterampilan berbahasa, khsusunya keterampilan berbicara, diharapkan siswa mampu memahami dan dapat mengungkapkan informasi, pikiran dan perasaannya, sehingga terjadi interaksi yang aktif antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru. Setiap siswa dituntut untuk mampu berbicara secara aktif dan terlihat langsung dalam proses pembelajaran. Namun kenyataannya, sulit sekali meningkatkan keaktifan siswa berbicara PBM.

Aktifitas siswa dalam berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia selama kegiatan pembelajaran, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti minimnya penguasaan kosa kata, malu untuk mengemukakan pendapat, adanya rasa takut salah, adanya pengaruh bahasa ibu yang sangat dominan dalam kehidupan sehari-hari, atau kurang tepatnya guru dalam menentukan metoda pendekatan yang digunakan dalam kegiatan belajar.

Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis mencoba untuk mengkaji upaya-upaya seperti yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keaktifan siswa berbicara menggunakan bahasa Indonesia selama kegiatan belajar mengajar (KBM).

B. Rumusan Masalah

Sejatinya, belajar bahasa adalah belajar berkomunikasi sehingga terjadi interaksi. Demikian juga belajar bahasa Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia secara baik dan benar.

Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, komunikasi dan interaksi siswa dengan siswa, ptk lengkap smp siswa dengan guru, kerapkali terganggu karena rendahnya aktifitas siswa dalam berbicara Indonesia. Salah satu faktor yang diduga sebagai penyebab terjadinya hal tersebut di atas adalah kurang tepatnya pendekatan yang diterapkan guru dalam kegiatan belajar mengajar.

Oleh karena itu, dalam penelitian ini kami mencoba merumuskan permasalahan sebagai berikut:
“Apakah pendekatan kontekstual dengan penggunaan media gambar dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam berbicara bahasa Indonesia selama kegiatan belajar mengajar berlangsung di kelas VII A SMP XXX?”

C. Tindakan yang dilakukan

Dalam upaya meningkatkan keaktifan siswa berbicara bahasa Indonesia secara baik dan benar selama KBM berlangsung dengan pendekatan kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan tujuan agar pembelajaran lebih produktif dan bermakna. 

Pelaksanaan tindakan dalam penelitian ini akan dilakukan melalui pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan perencanaan tindakan yang terbagi dalam tiga siklus penelitian. Setiap siklus pelaksanaan pembelajaran dibagi menjadi tiga tahap pembelajaran. Laporan PTK kelas 7 SMP

Siklus pertama, pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual melalui media gambar. contoh ptk bahasa indonesia Guru mengabsen dan mengkondisikan kelas, bertanya tentang pengalaman membaca cerita yang menarik melalui cerita bergambar menjelaskan tujuan pembelajaran, membentuk kelompok diskusi dan membagikan buku-buku gambar cerita yang menarik. Para siswa mendiskusikan tugas yang telah diterima dan setiap kelompok menunjuk perwakilan untuk mempresentasikannya di depan kelas, kelompok lain menanggapi pokok-pokok cerita dari gambar cerita tersebut. Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan tahapan-tahapan skenario pembelajaran. Penilaian authentik dilaksanakn untuk mengukur pemahaman dari materi yang sedang disajikan. Secara rinci tertuang dalam skenario pembelajaran pertemuan pertama (terlampir).

Siklus kedua, sama dengan siklus pertama dimana pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual dengan media gambar cerita dengan tahapan-tahapan skenario pembelarannya. Penilaianpun masih penilaian authentik. Secara rinci tertuang dalam rencana pembelajaran pertemuan kedua (terlampir).

Siklus ketiga juga sama dengan siklus sebelumnya, di mana pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual, melalui media gambar cerita, dengan tahapan-tahapan skenario pembelajarannya. Penilaian, prosespun dilaksanakan pada siklus ketiga ini dan diakhir kegiatan ulangan harian sebagai alat penguji daya serap terhadap materi yang sudah disajikan. PTK mapel Bahasa indonesia Secara rinci skenario pembelajaran dijelaskan pada rencana pembelajaran pertemuan ketiga (terlampir).

D. Hipotesa Tindakan

Sebelum melaksanakan tindakan penelitian, peneliti berasumsi bahwa dengan menggunakan pendekatan kontekstual melalui media gambar akan meningkatkan keaktifan siswa berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar selama kegiatan belajar mengajar di kelas VII A SMP XXX.

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  1. Tujuan Penelitian

  • Meningkatkan keaktifan siswa dalam berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar selama KBM.
  • Meningkatkan keberanian siswa dalam menggunakan bahasa Indonesia di berbagai kegiatan berbahasa.
  • Meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa kelas VII SMP
  • Meningkatkan keterampilan guru dalam menentukan pendekatan pembelajaran sehingga anak senang, aktif dalam berbicara selama kegiatan belajar.

  1. Manfaat Penelitian

  • Bagi siswa
  • Memiliki kemauan dan kemampuan untuk aktif berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar selama KBM.
  • Memiliki keberanian dalam menggunakan bahasa Indonesia di berbagai kegiatan berbahasa
  • Bagi Guru
  • Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar
  • Meningkatkan keterampilan dalam menentukan pendekatan pembelajaran
  • Meningkatkan motivasi, proses dan hasil belajar siswa
  • meningkatkan minat melakukan penelitian tindakan kelas


Baca Juga

F. Lingkup Penelitian

Dalam KBM masih banyak kendala yang dihadapi guru, terutama bagaimana upaya guru dalam memilih strategi mengajar yang baik sehingga siswa mampu belajar bahasa Indonesia dengan baik dan menyenangkan serta memotivasi siswa untuk mau belajar lebih baik sehingga mutu pendidikan meningkat.

Kendala-kendala yang dihadapi guru di antaranya dukungan sarana dan prasarana yang kurang memadai, juga keterbatasan guru untuk menumbuhkan kemauan dan kemampuan siswa dalam pelaksanaan KBM dengan model dan pendekatan yang bervariasi sehingga dalam melaksanakan pembelajaran kurang terencana dan akibatnya hasilnya kurang baik pula.

Penulis mencoba menyajikan satu model pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual dengan harapan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar selama KBM berlangsung, sehingga pada akhirnya kegiatan berbahasa dalam keterampilan berbicara dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari. PTK kelas 7 SMP lengkap

Untuk memperjelas lingkup penelitian ini, beberapa istilah yang muncul dijelaskan sebagai berikut:
  1. Belajar adalah proses perubahan perilaku dikarenakan pengalaman dan latihan. Artinya, tujuan kegiatan-kegiatan belajar adalah perubahan tingkah laku yang menyangkut pengetahuan, keterampilan maupun sikap yang meliputi segenap aspek organisasi atau pribadi.
  2. Mengajar adalah menambahkan pengetahuan sebanyak-banyaknya dalam diri anak didik, usaha menyampaikan kebudayaan, menata berbagai kondisi belajar secara pantas.
  3. Metoda mengajar (pendekatan) adalah suatu pengetahuan tentang tata cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru (teknik penyajian yang dikuasai guru untuk menyajikan bahan pelajaran kepada siswa di dalam kelas).


CONTOH BAB 2 PTK BAHASA INDONESIA KELAS VII


KAJIAN TEORI

A. Kegiatan Belajar Mengajar

Menurut Rochman Natawijaya, belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri seseorang. Perubahan ini dapat terjadi dalam bidang keterampilan, sikap, pengertian, pengetahuan atau apresiasi.

Dalam kegiatan belajar mengajar dengan sendirinya yang menjadi pusat kegiatan dan pusat perhatian adalah siswa. Ketika selesai mengikuti proses belajar mengajar, seorang siswa telah memiliki pengalaman belajar tertentu, berarti siswa tersebut telah mengalami perubahan tingkah laku yang menandakan bahwa siswa tersebut telah memiliki pengetahuan, keterampilan atau sikap-sikap tertentu. PTK bahasa indonesia lengkap

Pusat kurikulum Depdiknas dengan bukunya Kurikulum Berbasis Kompetensi mengemukakan bahwa belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. Dengan demikian seorang guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam membangun gagasan.

Beberapa prinsip kegiatan belajar mengajar sebagaimana dikemukakan dalam panduan Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah:
  1. Berpusat pada siswa. KBM menempatkan siswa sebagai subyek belajar. KBM perlu memperhatikan bakat, minat kemampuan, cara dan strategi belajar, motivasi belajar dan latar belakang sosial siswa.
  2. Belajar dengan melakukan KBM perlu memberikan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari yang terkait dengan penerapan kaidah, konsep dan prinsip disiplin ilmu yang dipelajari.
  3. Mengembangkan kemampuan sosial. Siswa akan mudah membangun pemahaman bila mampu mengkomunikasikan gagasannya dengan siswa lain atau guru melalui interaksi dengan lingkungannya.
  4. Mengembangkan keingin-tahuan, imajinasi, dan fitrah bertuhan agar KBM lebih bermakna.
  5. Mengembangkan keterampilan dalam memecahkan masalah. KBM hendaknya dipilih dan dirancang untuk mendorong dan melatih siswa untuk mampu mengidentifikasi masalah dan memecahkannya.
  6. mengembangkan kreatifitas siswa.


Banyak metode yang dapat dipilih oleh guru dengan menyesuaikan terhadap kebutuhan materi, warga belajar, situasi dan kondisi suatu sekolah serta berbagai aspek lain yang harus dipertimbangkannya oleh guru referensi penelitian tindakan kelas.

B. Pendekatan Kontekstual

Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan nyata mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Pendekatan Kontekstual; Depdiknas, 2003). Dengan konsep itu, hasil belajar diharapkan dapat lebih bermakna bagi siswa.

Pendekatan kontekstual memiliki tujuh komponen, yaitu kontruktivisme, bertanya, inkuiri, masyarakat belajar, penilaian authentic, pemodelan, refleksi (Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, 2003 ; 1-5).

Penerapan pendekatan kontekstual dalam kelas cukup mudah, secara garis besar langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Kembangkan pemikiran bahwa siswa akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
  2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
  3. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
  4. Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok-kelompoknya)
  5. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran
  6. Lakukan refleksi di akhir pertemuan
  7. Lakukan penilaian sebenarnya dengan berbagai variasi.


DAFTAR PUSTAK PTK BAHASA INDONESIA 


Budimansah, Dasim. 2002. Model Pembelajaran dan Penilaian Porto Folio. PT Genesindo. Bandung 

Departemen Pendidikan Nasional R I. 2002. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning). Jakarta.

Permadi, Dadi. 2001. Manajemen Berbasis Sekolah dan Kepemimpinan Mandiri Kepala Sekolah. PT Sarana Panca Karya. Bandung.

Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta

Ridwan Sa’adah. 2002. Penelitian Tindakan Kelas. Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat. Bandung

Suyanto, K E., Kasihani. Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa . Fakultas Sastra, Universitas Malang, Malang.

Suyanto, K E., Kasihani. 2003. Authentic Assessment. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat PLP, Depdiknas. Jakarta




Terima kasih telah berkunjung di Asri Yulian Blog yang membahas PTK Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP Lengkap. Semoga PTK Bahasa Indonesia ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.