Minggu, 02 Oktober 2016

PTK IPS GEOGRAFI SMP KELAS 8 MTS DOC

PTK IPS GEOGRAFI SMP KELAS 8 MTS DOC dan MTS-Halo pembaca! blog Asri Yulian pada kesempatan kali ini  kami suguhkan kepada guru yang membutuhkan ptk ips smp. Masalah terbesar dalam pembuatan ptk geografi smp adalah kurangnya guru dalam menghargai kualitas dan bukan sekedar kuantitas. Masa-masa di mana anda melakukan penelitian tindakan kelas IPS. PTK IPS SMP diperlukan pertama kali sebagai acuan kerangka dasar PTK IPS Geografi yang akan anda susun.

Pada umumnya seorang guru yang membuat PTK IPS SMP mempunyai kelemahan dalam mendapatkan referensi-referensi yang berkaitan dengan penelitian. Padahal intinya Proposal penelitian tindakan kelas haruslah dibuat disesuaikan dengan kebutuhan kelas 8 agar anak didik anda bisa menjadi lebih baik bukan berdasarkan materi yang anda kejar berupa naskah PTK DOC.

Laporan penelitian tindakan kelas ini membahas PTK IPS Geografi MTs yang diberi judul Peningkatan Hasil Belajar Ips Melalui Penerapan Metode Problem Solving Di MtsN Bantul Kota”, untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam kenaikan tingkat dari IV a ke IV b. Disini akan di bahas lengkap.

PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan file PTK IPS  Kelas 8 SMP lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-42-444-991 dengan Format PESAN PTK 166 SMP).

PTK IPS SMP KELAS 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dalam kehidupan yang serba maju, modern dan serba canggih seperti saat ini, pendidikan memegang peranan penting untuk menjamin kelangsungan hidup. Pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Melalui penyelenggaraan pendidikan diharapkan dapat mencetak manusia-manusia berkualitas yang akan mendukung tercapainya sasaran pembangunan nasional. ptk ips smp Dalam pasal 20 UU tahun 2003, pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa dengan tujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik agar menjadi manusia yang berkualitas dengan ciri-ciri beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, beriman, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab (UU no 20 tahun 2003). ptk ips smp kelas 8
Kini semakin disadari bahwa pendidikan memainkan peranan yang sangat penting didalam kehidupan dan kemajuan umat manusia. Pendidikan merupakan suatu kekuatan yang dinamis dalam kehidupan setiap individu, yang mempengaruhi perkembangan fisiknya, daya, jiwa, sosial dan moralitasnya, atau dengan perkataan lain, pendidikan merupakan suatu kekuatan yang dinamis dalam mempengaruhi kemampuan, kepribadian dan kehidupan individu dalam pertemuan dan pergaulannya dengan sesama, serta hubungannya dengan Tuhan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan-kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
  Mutu pendidikan sangat erat hubungannya dengan mutu siswa, karena siswa merupakan titik pusat proses belajar mengajar. Oleh karena itu, dalam meningkatkan mutu pendidikan harus diikuti dengan peningkatan mutu siswa. Peningkatan mutu siswa dapat dilihat pada tingginya tingkat prestasi belajar siswa, sedangkan tingginya tingkat prestasi belajar siswa dipengaruhi oleh besarnya minat belajar siswa itu sendiri. ptk ips smp kls 7
  Salah satu komponen penting dalam pendidikan adalah kurikulum. Kurikulum disusun untuk mendorong anak berkembang ke arah tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan ini dicoba diwujudkan dalam kurikulum tiap tingkat dan jenis pendidikan, diuraikan dalam bidang studi dan akhirnya dalam tiap pelajaran yang diberikan oleh guru di dalam kelas. ptk ips sejarah smp
  Dalam mencapai tujuan pendidikan ini, pemerintah menggagas diberlakukannya kurikulum baru yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan atau sekolah. KTSP tersebut memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang bisa dimunculkan oleh sekolah. ptk ips smp geografi
Upaya pemerintah dalam bentuk KTSP ini merupakan pengembangan kurikulum dari kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dengan menggunakan KTSP diharapkan peserta didik bisa mencapai kompetensi-kompetensi tertentu yang sudah ditentukan sebagai kriteria keberhasilan.  ptk ips ekonomi smp
       Masih rendahnya hasil belajar IPS disebabkan oleh masih dominannya skill menghafal daripada skill memproses sendiri pemahaman suatu materi. Selama ini, minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) masih tergolong sangat rendah. Hal ini dapat dilihat pada sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran tidak fokus dan ramai sendiri. Bahkan ada sebagian siswa yang menganggap mata pelajaran IPS tidak begitu penting dikarenakan tidak masuk pada mata pelajaran yang diujikan pada Ujian Nasional (UN). Faktor minat itu juga dipengaruhi oleh adanya metode mengajar yang digunakan guru dalam menyampaikan materi. Metode yang konvensional seperti menjelaskan materi secara abstrak, hafalan materi dan ceramah dengan komunikasi satu arah, yang aktif masih didominasi oleh pengajar, sedangkan siswa biasanya hanya memfokuskan penglihatan dan pendengaran. Kondisi pembelajaran seperti inilah yang mengakibatkan siswa kurang aktif dan pembelajaran yang dilakukan kurang efektif. Disini guru dituntut untuk pandai menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa kembali berminat mengikuti kegiatan belajar. 
Setiap proses belajar dan mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan, bahan, alat, dan metode, serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai cara atau teknik untuk mengantarkan bahan pelajaran agar sampai kepada tujuan. Dalam pencapaian tujuan tersebut, metode pembelajaran sangat penting sebab dengan adanya metode pembelajaran, bahan dapat dengan mudah dipahami oleh siswa.
 Selain itu penggunaan metode pembelajaran yang mengajarkan siswa dalam pemecahan masalah, terutama pemecahan masalah dalam kehidupan sehari- hari masih kurang. Pengembangan metode pembelajaran tersebut sangat perlu dilakukan untuk menjawab kebutuhan keterampilan pemecahan permasalahan yang harus dimiliki oleh siswa. Metode pembelajaran problem solving atau pemecahan masalah kegunaannya adalah untuk merangsang berfikir dalam situasi masalah yang komplek. Dalam hal ini akan menjawab permasalahan yang menganggap sekolah kurang bisa bermakna dalam kehidupan nyata di masyarakat. ptk ips smp pdf
Penggunaan metode dalam pembelajaran sangat diutamakan guna menimbulkan gairah belajar, motivasi belajar, merangsang siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran. Melalui metode problem solving diharapkan dapat lebih mempermudah pemahaman materi pelajaran yang diberikan dan nantinya dapat mempertinggi kualitas proses pembelajaran yang selanjutnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 
MTs N Bantul Kota adalah salah satu madrasah tsanawiyah negeri yang terletak di jalan karanggayam tromol pos 142 Bantul 55702 kecamatan Bantul, kabupaten Bantul, propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pembelajaran di MTs N ini masih termasuk tradisional karena kebanyakan guru hanya menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi, sehingga siswa merasa bosan dalam megikuti proses pembelajaran. Hal itu diketahui dari hasil survei yang telah dilakukan. Dari hasil survei tersebut bahwa pembelajaran IPS kurang diminati oleh siswa. Dalam proses pembelajaran terlihat masih rendah perhatian siswa, siswa kurang berpartisipasi, sedangkan guru hanya menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi. contoh ptk ips smp
 Diharapkan dengan menggunakan metode problem solving dalam proses pembelajaran IPS akan menarik minat siswa mengikuti kegiatan belajar sehingga akan meningkatkan hasil belajar siswa. 

PTK IPS SMP DOC

B. Identifikasi Masalah 

Berdasarkan latar belakang masalah di atas dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang terjadi di MTs N Bantul Kota sebagai berikut: 
1. Masih rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. ptk ips smp doc
2. Masih rendahnya minat belajar siswa dalam mata pelajaran IPS.
3. Pembelajaran IPS masih didominasi dengan metode ceramah. 
4. Masih kurangnya penerapan metode problem solving dalam proses pembelajaran.

C. Batasan Masalah

Dalam penelitian ini permasalahan yang akan diteliti dibatasi pada masalah hasil belajar IPS dan belum digunakannya metode problem solving.

D. Rumusan Masalah 

Dari latar belakang masalah dan pembatasan masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar IPS dengan menggunakan metode problem solving di MTs N Bantul Kota?
2. Bagaimana peningkatan hasil belajar IPS yang terjadi pada siswa setelah pembelajaran dilaksanakan dengan metode problem solving? ptk ips smp

E. Tujuan Penelitian 

1. Untuk mengetahui hasil belajar IPS siswa MTs N Bantul Kota melalui penerapan Problem Solving.
2. Mendapatkan bukti-bukti bahwa penerapan Problem Solving dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa MTs N Bantul Kota. ptk ips smp kelas 8


F. Manfaat Penelitian 

  Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1.  Manfaat Teoritis
Bertambahnya khazanah keilmuan yang berkaitan dengan metode pembelajaran Problem Solving.
2.  Manfaat Praktis
a.  Bagi Guru
1) Mampu menganalisa terjadinya permasalahan-permasalahan     pembelajaran dan mampu mengatasi permasalahan tersebut.
2) Mampu menumbuhkan suasana pembelajaran yang kondusif dan meningkatkan kemandirian siswa.
b.  Bagi peneliti ptk ips smp kls 7
Dapat menambah pengalaman peneliti untuk terjun ke bidang pendidikan. 
c.  Bagi sekolah
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk menumbuhkan minat belajar siswa sehingga prestasi belajar siswa meningkat. ptk ips sejarah smp


PTK IPS SMP GEOGRAFI

BAB II

LANDASAN TEORI
A. Kajian Teori

     1. Hasil Belajar IPS 
Menurut Nana Sudjana (2005: 3) hakikat hasil belajar adalah perubahan tingkah laku individu yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Menurut Nana Sudjana (1989: 38-40) hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa itu dan faktor yang datang dari luar diri siswa atau faktor lingkungan. Faktor yang datang dari diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya. Faktor kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Disamping faktor kemampuan yang dimiliki siswa, juga ada faktor lain, seperti motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, sosial ekonomi, faktor fisik dan psikis.  ptk ips ekonomi smp
    Hasil belajar merupakan segala upaya yang menyangkut aktivitas otak (proses berfikir) terutama dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Proses berfikir ini ada enam jenjang, mulai dari yang terendah sampai dengan jenjang tertinggi (Suharsimi Arikunto, 2003: 114-115). Keenam jenjang tersebut adalah: (1) Pengetahuan (knowledge) yaitu kemampuan seseorang untuk mengingat kembali tentang nama, istilah, ide, gejala, rumus- rumus dan lain sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakannya. (2) Pemahaman (comprehension) yakni kemampuan seseorang untuk memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat melalui penjelasan dari kata- katanya sendiri. (3) Penerapan (application) yaitu kesanggupan seseorang untuk menggunakan ide- ide umum, tata cara atau metode- metode, prinsip- prinsip, rumus- rumus, teori- teori, dan lain sebagainya dalam situasi yang baru dan kongkret. (4) Analisis (analysis) yakni kemampuan seseorang untuk menguraikan suatu bahan atau keadaan menurut bagian- bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan diantara bagian- bagian tersebut. (5) Sintesis (synthesis) adalah kemampuan berfikir memadukan bagian- bagian atau unsur- unsur secara logis, sehingga menjadi suatu pola yang baru dan terstruktur. (6) Evaluasi (evaluation) yang merupakan jenjang berfikir paling tinggi dalam ranah kognitif menurut Taksonomi Bloom. Penelitian disini adalah kemampuan seseorang untuk membuat pertimbangan terhadap suatu situasi, nilai atau ide, atas beberapa pilihan kemudian menentukan pilihan nilai atau ide yang tepat sesuai kriteria yang ada (Anas Sudijono, 2005: 50- 52).
       Pada pendidikan formal, semua bidang studi dan bidang pendidikan harus memanfaatkan dasar mental yang ada pada tiap anak untuk meningatkan kemampuan mentalnya kearah kematangan dan kedewasaan dalam arti seluas- luasnya. Oleh karena itu penyelenggara pendidikan dan pengajaran harus dilaksakan secara teratur,  terarah, dan terencana sesuai dengan pengembangan dasar dan kemampuan mental anak, agar tujuan pendidikan dan pengajaran tercapai secara maksimal (Nursid Sumaatmadja, 2001: 2). ptk ips smp pdf
       Dalam kegiatan belajar mengajar setiap guru selalu berusaha melakukan kegiatan pembelajaran secara efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran secara efektif disini dimaksudkan agar pembelajaran tersebut dapat membawa hasil atau berhasil guna, dan kegiatan pembelajaran secara efisien dimaksudkan agar pembelajaran tersebut dapat berdaya guna atau tepat guna baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat. 
         a.  Hakikat IPS
       Istilah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan terjemahan dari (social studies). Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menurut Nursid Sumaatmajda (1984: 10) diartikan sebagai “ilmu yang mempelajari bidang kehidupan manusia di masyarakat, mempelajari gejala dan masalah sosial yang terjadi dari bagian kehidupan tersebut”. Artinya Ilmu Pengetahuan Sosial diartikan sebagai kajian terpadu dari ilmu-ilmu sosial serta untuk mengembangkan potensi kewarganegaraan. Di dalam program sekolah, Ilmu Pengetahuan Sosial dikoordinasikan sebagai bahasan sistematis serta berasal dari beberapa disiplin ilmu antara lain: Antropologi, Arkeologi, Geografi, Ekonomi, Geografi, Ekonomi, Sejarah, Hukum, Filsafat, Ilmu Politik, Psikologi Agama, Sosiologi, dan juga mencakup materi yang sesuai dari Humaniora, matematika serta Ilmu Alam. contoh ptk ips smp

Baca Juga

CONTOH PROPOSAL PTK IPS EKONOMI SMP dan MTS


    Berdasarkan dari definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengajaran IPS merupakan studi terintregasi tentang kehidupan sosial dari bahan realita kehidupan sehari-hari dalam masyarakat. Adapun cakupan dari IPS pada MTs/SMP adalah meliputi bahan kajian geografi, sosiologi, ekonomi, serta sejarah. Mata pelajaran IPS di MTs/SMP mempelajari manusia dalam semua aspek kehidupan dan interaksinya dengan lingkungan di dalam suatu masyarakat.
       Dengan demikian IPS memiliki peranan yang sangat penting yaitu untuk mendidik siswa guna mengmbangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan agar dapat mengambil bagian secara aktif dalam kehidupannya kelak sebagai anggota masyarakat dan warga negara yang baik, yaitu warga negara yang bangga dan cinta terhadap tanah airnya. 
           b. Hakikat pembelajaran IPS
       Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan program pendidikan yang berupaya mengembangkan pemahaman siswa tentang bagaimana manusia sebagai individu dan kelompok hidup bersama dan berinteraksi dengan lingkungannya baik fisik maupun sosial. Pembelajaran Ilmu Pendidikan Sosial ataupun pengetahuan sosial bertujuan agar siswa mampu mengembangkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan sosial, yang berguna bagi kemajuan dirinya sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat (Saidihardjo, 2005: 109). Dari penjelasan diatas dapat penulis simpulkan bahwa Pendidikan Ilmu Sosial merupakan suatu program pendidikan pada siswa untuk mengenal dunia sosial yang ada di sekitar ligkungannya. ptk ips smp doc
       Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Mata pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kedewasaan dan keberhasilan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan pendekatan tersebut diharapkan peserta didik akan memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam pada bidang ilmu yang berkaitan (BSNP, 2006: 159). 
       Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 
1). Mengenal konsep- konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan  lilngkungannya. 
2). Memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial. 
3). Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai- nilai sosial dan    kemanusiaan.
4).  Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global (BSNP, 2006: 159).
         c. Penilaian hasil belajar IPS
       Penilaian adalah proses memberikan atau menentukan nilai kepada objek tertentu berdasarkan suatu kriteria tertentu. Proses pemberian nilai tersebut berlangsung dalam bentuk interpretasi yang diakhiri dengan judgment. Interpretasi dan judgment merupakan tema penilaian yang mengimplikasikan adanya suatu perbandingan antara kriteria dan kenyataan dalam konteks situasi tertentu. Atas dasar itu maka dalam kegiatan penilaian selalu ada objek/program, ada criteria, dan ada  interpretasi/judgment.  Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa objek yang dinilainya adalah hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris. Oleh sebab itu, dalam penilaian hasil belajar, peranan tujuan instruksional yang berisi rumusan kemampuan dan tingkah laku yang diinginkan dikuasai siswa menjadi unsur penting sebagai dasar dan acuan penilaian. Penilaian proses belajar adalah upaya memberi nilai terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan guru dalam mencapai tujuan-tujuan pengajaran (Nana Sudjana, 2005: 3). 
    2. Metode Problem Solving
Metode problem solving atau sering juga disebut dengan nama Metode Pemecahan Masalah merupakan suatu cara mengajar yang merangsang seseorang untuk menganalisa dan melakukan sintesa dalam kesatuan struktur atau situasi di mana masalah itu berada, atas inisiatif sendiri. Metode ini menuntut kemampuan untuk dapat melihat sebab akibat atau relasi- relasi diantara berbagai data, sehingga pada akhirnya dapat menemukan kunci pembuka masalahnya. Kegiatan semacam ini merupakan ciri yang khas daripada suatu kegiatan intelegensi. Metode ini mengembangkan kemampuan berfikir yang dipupuk dengan adanya kesempatan untuk mengobservasi problema, mengumpulkan data, menganalisa data, menyusun suatu hipotesa, mencari hubungan (data) yang hilang dari data yang telah terkumpul untuk kemudian menarik kesimpulan yang merupakan hasil pemecahan masalah tersebut. Cara berfikir semacam itu lazim disebut cara berfikir ilmiah. Cara berfikir yang menghasilkan suatu kesimpulan atau keputusan yang diyakini kebenarannya karena seluruh proses pemecahan masalah itu telah diikuti dan dikontrol dari data yang pertama yang berhasil dikumpulkan dan dianalisa sampai kepada kesimpulan yang ditarik atau ditetapkan. Cara berfikir semacam itu benar- benar dapat dikembangkan dengan menggunakan Metode Pemecahan Masalah (Jusuf Djajadisastra, 1982: 19- 20).
Problem Solving is very important but problem solvers often misunderstand it. This report proposes the definition of problems. Terminology for Problem Solving and useful Problem Solving patterns. We should define what is the problem as the first step of Problem Solving. Yet problem solvers often forget this first step. Further, we should recognize common terminology such as purpose, situation, problem, cause, solvable cause, issue, and solution. Even Consultants, who should be professional problem solvers, are often confused with the terminology of Problem Solving. For example, some consultants may think of issues as problems, or some of them think of problems as causes. But issues must be the proposal to solve problems and problems should be negative expressions while issues should be a positive expression (Shibata, 1998: 1). 

CONTOH PTK IPS SMP

       Kurang lebih artinya: pemecahan masalah sangat penting namun pemecahan masalah sering salah paham akan hal itu. Uraian ini menunjukkan pengertian masalah, terminologi dari pemecahan masalah dan bentuk- bentuk pemecahan masalah yang berguna. Kita sebaiknya mendefinisikan  apa permasalahannya sebagai langkah awal dari pemecahan masalah. Namun, pemecahan masalah sering melupakan langkah awal ini. Selanjutnya, kita sebaiknya mengakui terminologi umum seperti tujuan, situasi, masalah, penyebab, penyebab yang bisa dipecahkan, persoalan, dan solusi. Bahkan, konsultan- konsultan yang seharusnya menjadi pemecah permasalahan yang mahir sering kebingungan dengan terminologi pemecahan masalah. Misalnya, beberapa konsultan kemungkinan berpikiran mengenai persoalan sebagai masalah atau sebagian dari mereka menganggap masalah- masalah sebagai penyebab. Namun persoalan harusnya merupakan rujukan untuk memecahkan masalah- masalah dan masalah- masalah seharusnya ekspresi negatif sedangkan persoalan- persoalan seharusnya merupakan ekspresi positif (Shibata, 1998: 1).  contoh ptk ips smp lengkap
       Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya sekedar metode mengajar tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebab dalam problem solving dapat menggunakan metode- metode lainnya dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan. Langkah- langkah metode ini antara lain: 
a. Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan. Masalah ini harus tumbuh dari siswa sesuai dengan taraf kemampuannya.  contoh ptk ips smp kelas 9
b. Mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Misalnya, dengan jalan membaca buku- buku, meneliti, bertanya, berdiskusi, dan lain- lain.
c. Menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut. Dugaan jawaban ini tentu saja didasarkan kepada data yang telah diperoleh, pada langkah kedua diatas.
d. Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut. Dalam langkah ini siswa harus berusaha memecahkan masalah sehingga betul-betul yakin bahwa jawaban tersebut betul-betul cocok. Apakah sesuai dengan jawaban sementara atau sama sekali tidak sesuai. Untuk menguji kebenaran jawaban ini tentu saja diperlukan metode-metode lainnya seperti, demonstrasi, tugas diskusi, dan lain-lain. 
e. Menarik kesimpulan. Artinya siswa harus sampai kepada kesimpulan terakhir tentang jawaban dari masalah yang ada (Nana Sudjana, 1989: 85-86). ptk ips terpadu smp
Penyelesaian masalah dalam metode problem solving ini dilakukan melalui kelompok. Suatu isu yang berkaitan dengan pokok bahasan dalam pelajaran diberikan kepada siswa untuk diselesaikan secara kelompok. Masalah yang dipilih hendaknya mempunyai sifat conflict issue atau kontroversial, masalahnya dianggap penting (important), urgen dan dapat diselesaikan (solutionable) oleh siswa (Gulo, 2002: 116). 
Tujuan utama dari penggunaan metode Pemecahan Masalah adalah:
a. Mengembangkan kemampuan berfikir, terutama didalam mencari sebab-akibat dan tujuan suatu masalah. Metode ini melatih murid dalam cara-cara mendekati dan cara-cara mengambil langkah-langkah apabila akan memecahkan suatu masalah. contoh ptk ips smp kelas 8
b. Memberikan kepada murid pengetahuan dan kecakapan praktis yang bernilai/bermanfaat bagi keperluan hidup sehari-hari. Metode ini memberikan dasar-dasar pengalaman yang praktis mengenai bagaimana cara-cara memecahkan masalah dan kecakapan ini dapat diterapkan bagi keperluan menghadapi masalah-masalah lainnya didalam masyarakat. 
      Suatu masalah dapat dikatakan masalah yang baik bila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
a. Jelas, dalam arti bersih dari pada kesalahan-kesalahan bahasa maupun isi pengertian yang berbeda. Istilah yang dipergunakan tidak memiliki dua pengertian yang dapat ditafsirkan berbeda-beda. 
b. Kesulitannya dapat diatasi. Maksudnya ialah bahwa pokok persoalan yang akan dipecahkan tidak merupakan pokok berganda/kompleks.  contoh ptk ips smp kelas 7
c. Bernilai bagi murid. Hasil ataupun proses yang diamati murid harus bermanfaat dan menguntungkan pengalaman murid atau memperkaya pengalaman murid.
d. Sesuai dengan taraf perkembangan psikologi murid. Masalah yang dipecahkan tidak terlalu mudah tetapi juga tidak terlalu sulit. Jadi harus sesuai dengan kapasitas pola pikir murid. 
e. Praktis, dalam arti mungkin dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Atau, problema itu diambil dari praktek kehidupan sehari-hari, dari lingkungan sekitar dimana murid itu berada (Jusuf Djajadisastra, 1982: 20-21).

      Problem solving melatih siswa terlatih mencari informasi dan mengecek silang validitas informasi itu dengan sumber lainnya, juga problem solving melatih siswa berfikir kritis dan metode ini melatih siswa memecahkan dilema (Omi Kartawidjaya, 1988: 42). Sehingga dengan menerapkan metode problem solving ini siswa menjadi lebih dapat mengerti bagaimana cara memecahkan masalah yang akan dihadapi pada kehidupan nyata/ di luar lingkungan sekolah. 
      Untuk mendukung strategi belajar mengajar dengan menggunakan metode problem solving ini, guru perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan. Materi pelajaran tidak terbatas hanya pada buku teks di sekolah, tetapi juga di ambil dari sumber-sumber lingkungan seperti peristiwa-peristiwa kemasyarakatan atau peristiwa dalam lingkungan sekolah (Gulo, 2002: 114). Tujuannya agar memudahkan siswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan sebenarnya dan siswa memperoleh pengalaman tentang penyelesaian masalah sehingga dapat diterapkan di kehidupan nyata.  contoh ptk ips smp kls 8
Kebaikan atau keuntungan dalam penerapan metode problem solving:
a.  Mendidik murid untuk berfikir secara sistematis.
b.  Mendidik berfikir untuk mencari sebab-akibat.
   c. Menjadi terbuka untuk berbagai pendapat dan mampu membuat      pertimbangan untuk memilih satu ketetapan. 
d.  Mampu mencari berbagai cara jalan keluar dari suatu kesulitan atau masalah. 
   e.  Tidak lekas putus asa jika menghadapi suatu masalah.
f.  Belajar bertindak atas dasar suatu rencana yang matang. 
g. Belajar bertanggung jawab atas keputusan yang telah ditetapkan dalam memecahkan suatu masalah. 
h.  Tidak merasa hanya bergantung pada pendapat guru saja.
i.  Belajar menganalisa suatu persoalan dari berbagai segi.
   j. Mendidik suatu sikap-hidup, bahwa setiap kesulitan ada jalan    pemecahannya jika dihadapi dengan sungguh-sungguh. contoh ptk ips smp download
Sedangkan kelemahan atau kekurangan metode problem solving (pemecahan masalah):
a.   Metode ini memerlukan waktu yang cukup jika diharapkan suatu hasil keputusan yang tepat. Padahal kita ketahui bahwa jam-jam pelajaran selalu terbatas. 
b. Dalam satu jam atau dua jam pelajaran mungkin hanya satu atau dua masalah saja yang dapat dipecahkan, sehingga mungkin sekali bahan pelajaran akan tertinggal.
c. Metode ini baru akan berhasil bila digunakan pada kurikulum yang berpusat pada anak dengan pembangunan semesta, dan bukan dari kurikulum yang berpusat pada mata pelajaran seperti pada kurikulum konvensional/tradisional. 
d. Metode ini tidak dapat digunakan di kelas- kelas rendahan karena memerlukan kecakapan bersoal-jawab dan memikirkan sebab akibat sesuatu (Jusuf Djajadisastra, 1982: 26-27).
Beberapa saran dalam menggunakan metode ini sehingga kelemahan-kelemahan di atas bisa diatasi: 
a. Perkenalkan kepada siswa beberapa masalah yang hampir sama. contoh ptk ips smp pdf
b. Masalah yang diajukan harus cocok dengan tingkat kedewasaan serta tingkat keterampilan siswa.
c. Siswa harus melihat masalah itu sebagai sesuatu yang penting.
d. Bantulah siswa dalam mendefinisikan dan membatasi masalah yang akan dipelajari. 
e. Teliti apakah bahan dari sumber cukup dan bisa didapatkan oleh siswa.
f. Berilah petunjuk dan pengarahan jika perlu tetapi jangan berlebih.
g. Bantulah siswa membuat kriteria sehingga evaluasi memadai (Omi Kartawidjada, 1988: 57-58).

DOWNLOAD PTK IPS SMP LENGKAP

    3. Karakteristik Siswa MTs/SMP
       Menurut Degeng dalam Asri Budiningsih (2003: 10) karakteristik siswa adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang telah dimilikinya. Siswa sebagai input dari proses pendidikan memiliki profil perilaku maupun pribadi yang senantiasa berkembang menuju taraf kedewasaan (Abin Syamsuddin Makmun, 2004: 78-79). Perilaku dan pribadi siswa MTs/SMP sudah memasuki masa remaja. Hal ini dijelaskan lebih lanjut bahwa: contoh ptk ips smp lengkap
       Menurut Harold Alberty dalam Abin Syamsuddin Makmun (2004: 130) para ahli umumnya sependapat bahwa rentangan masa remaja itu berlangsung dari sekitar 11-13 tahun sampai 18-20 tahun menurut umur kalender kelahiran seseorang. Masa remaja terbagi menjadi dua, yaitu masa remaja awal (usia 11-13 tahun sampai 14-15 tahun) dan masa remaja akhir (usia 14-16 tahun sampai 18-20 tahun). Dengan demikian siswa MTs/SMP yang dijadikan subyek penelitian penulis termasuk dalam golongan masa remaja awal. 
       Dalam buku-buku psikologi perkembangan, berdasarkan usianya siswa MTs/SMP dimasukkan ke dalam kategori remaja awal, yaitu dengan usia berkisar antara 12-15 tahun. Menurut Sri Rumini, dkk. (1995: 37) karakteristik remaja awal diantaranya:
a. Keadaan perasaan dan emosi download ptk ips smp doc
          Keadaan perasaan dan emosinya sangat peka sehingga tidak stabil. Staniey Hall menyebutkan: “storm and stress” atau badai dan topan dalam kehidupan perasaan dan emosi. Remaja awal dilanda pergolakan sehingga selalu mengalami perubahan dalam perbuatannya. contoh ptk ips smp kelas 7

b. Keadaan mental
      Kemampuan mental khususnya kemampuan berpikirnya mulai sempuna dan kritis (dapat melakukan abstraksi). Ia mulai menolak hal-hal yang kurang dimengerti. Maka sering terjadi pertentangan dengan orang tua, guru, maupun orang dewasa lainnya.  contoh ptk ips smp kelas 9
c. Keadaan kemauan 
      Kemauan dan keinginan mengetahui berbagai hal dengan jalan mencoba segala hal yang dilakukan orang lain. 
d. Keadaan moral
     Pada awal remaja, dorongan seks sudah cenderung memperoleh pemuasan sehingga mulai berani menunjukkan sikap-sikap agar menarik perhatian.

B.  Penelitian yang Relevan 
1. Hartini (2003) dalam penelitiannya yang berjudul: Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Penggunaan Alat Peraga Visual di SMP N 1 Pajangan (skripsi). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan alat peraga visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa.  
2. Mahardiyanto (2007) dalam penelitiannya yang berjudul: Penerapan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 2 Ngaglik (skripsi). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
3. Nutri Aryanti (2007) dalam penelitian yang berjudul: Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Penerapan Metode Problem Solving di SMP Negeri 2 Pakem Sleman Yogyakarta (skripsi). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penerapan metode problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 
4. Nurdin Dian Kusuma (2008) dalam penelitian yang berjudul: Efektivitas Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah 2 Kalibawang(skripsi). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa efektivitas metode diskusi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. 
5. Dwi Hastuti (2008) dalam penelitian yang berjudul: Implementasi metode kooperatif teknik group investigation untuk meningkatkan kualitas pembelajaran geografi di SMA N 1 Jatisrono Wonogiri(skripsi). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa implementasi metode kooperatif teknik group investigation dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa. download buku ptk ips smp
C. Kerangka Berpikir
Pembelajaran adalah suatu kegiatan agar proses belajar seseorang atau sekelompok orang yang berkaitan dengan suatu usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan tersebut, di dalam proses pembelajaran terdapat beberapa komponen penting, yakni guru, media belajar, metode belajar, kurikulum/standar kompetensi dan lingkungan belajar, dimana ini akan mempengaruhi cara guru dalam menyampaikan pelajaran yakni dengan menggunakan metode yang cocok. Peran metode pengajaran yang digunakan yakni problem solving agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar dan variatif. download ptk ips smp lengkap
 Pembelajaran dikatakan efektif apabila para siswa dapat memaknai pesan yang disampaikan oleh guru. Metode problem solving dapat mengajarkan pada siswa bagaimana cara menghadapi dan memecahkan suatu permasalahan sehingga didapat jalan keluarnya, disini siswa dilatih untuk berfikir dan memberikan pandangan secara luas dengan cara memecahkan suatu permasalahan. Dengan cara demikian diharapkan dapat meningkatkan minat, motivasi, dan hasil belajar siswa.


PTK IPS SMP GEOGRAFI GRATIS

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN



A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Upaya untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa MTs N Bantul Kota dapat ditempuh menggunakan metode problem solving dengan memadukan metode ceramah dan tanya jawab. Metode problem solving dapat dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan, mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut, menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut, menguji kebenaran jawaban sementara tersebut, menarik kesimpulan. Siklus I pada awal pelajaran didahului dengan menggunakan metode ceramah, kemudian dilanjutkan dengan metode problem solving. Pada siklus II menggunakan metode problem solving yang kemudian diklarifikasi dengan metode tanya jawab. Dan pada siklus III memadukan keduanya yaitu didahului metode ceramah dan kemudian diklarifikasi dengan metode tanya jawab.  ptk ips terpadu smp
2. Bukti-bukti yang menunjukkan peningkatan hasil belajar IPS dengan menggunakan metode problem solving yaitu perolehan nilai rata-rata yang setiap siklusnya mengalami peningkatan. Siklus I nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 6,57, pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 7,57, dan mengalami peningkatan lagi pada siklus III yaitu memperoleh nilai rata-rata 8,33. Selain nilai rata-rata, aktivitas siswa juga mengalami peningkatan diantaranya aspek mengajukan pertanyaan pada siklus I sebesar 16,67%, siklus II sebesar 10%, dan siklus III sebesar 25%. Aspek menanggapi respon siswa lain pada siklus I sebesar 21,67%, siklus II sebesar 13,34%, dan silklus III sebesar 18,34%. Aspek menjawab pertanyaan pada siklus I sebesar 16,67%, siklus II sebesar 66,67%, dan pada siklus III sebesar 78,33%. Aspek memperhatikan penjelasan guru pada siklus I sebesar 71, 67%, siklus II sebesar 85%, dan silus III sebesar 90%. Aspek diskusi kelompok pada siklus I 66,67%, siklus II sebesar 86,67%, dan siklus III 96,67%. Aspek diskusi kelas pada siklus I sebesar 81,67%, siklus II sebesar 86,67%, dan pada siklus III sebesar 100%.

B. Saran 
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas maka dapat diajukan saran sebagai berikut:
1. Bagi Guru contoh ptk ips smp lengkap
       Dalam menggunakan problem solvinguntuk meningkatkan hasil belajar siswa hendaknya guru melakukan langkah-langkah: adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan, mencari data atau keterangan yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah tersebut, menetapkan jawaban sementara dari masalah tersebut, menguji kebenaran jawaban sementara tersebut, menarik kesimpulan. download buku ptk ips smp
       Sebaiknya metode problem solving dapat diterapkan oleh guru geografi dan guru bidang studi lain sebagai alternatif peningkatan keaktifan dan prestasi belajar di kelas. Karena penelitian ini membuktikan bahwa penerapan metode problem solving pada mata pelajaran geografi lebih efektif. 
2.  Bagi Peneliti  download ptk ips smp lengkap
Perlu penelitian lebih lanjut mengenai penerapan metode pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran maupun materi pelajaran dimana metode tersebut bisa menghasilkan prestasi akademik yang maksimal.  download ptk ips smp gratis


Terima kasih telah berkunjung di Asri Yulian Blog yang membahas PTK IPS GOGRAFI SMP KELAS 8 MTS DOC. Semoga PTK IPS Terpadu (Ekonomi) ini dapat membantu Anda dalam penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + Rekomendasikan ini di Google untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di bawah. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.